SUNNAH RASUL Hlm. 2
Al Qur-an dan Sunnah Rasul bukanlah dua ajaran yang berbeda, melaksanakan atau mengikuti Sunnah Rasul berarti melaksanakan/mengikuti al Qur-an, dan tidak bisa disebut Sunnah Rasul bila tidak sesuai dengan al Qur-an, dan juga tidak benar melaksanakan petunjuk al Qur-an bila prakteknya tidak mengikuti Sunnah Rasul. Sangat tidak objektif (haram) apabila kita memisahkan antara al Qur-an dan Sunnah Rasul.
“Hai orang2 beriman, taatilah Allah (Qur-an) dan taatilah Rasul (Sunnah Rasul)” (QS.an Nisa/4:59)
“Nyatakan: Taatilah Allah dan taatilah Rasul, seandainya mereka menolak, maka AIA ini tidak akan masuk kedalam qalbu orang2 kafir” (QS.Ali imran/3:32)
“Sesungguhnya orang2 yg bersikaf kafir terhadap Allah dan para RasulNya, yaitu mereka yang berupaya memisahkan AIA (Qur-an) dan Sunnah Rasulnya” (QS.an Nisa/4:150)
“Aku tinggalkan dua pusaka untuk pedoman hidup kalian, apabila kalian berpegang teguh kepada keduanya, pasti kalian tidak akan tersesat se-lama2nya. Dua pusaka itu adalah Kitaballah (Qur-an) dan Sunnah Rasul” (al Hadits).
*****
nb:
Sunnah Rasul adalah tehnik operasional dari al Qur-an sbg satu teori Ilmu, dimulai dari A s/d Z yang disebut dg skala prioritas. Skala prioritas yg diuswahkan oleh Nabi Muhammad saw. dibagi menjadi dua periode, yaitu:
1. Periode “Makiyah”, yaitu periode “perintisan”.
2. Periode “Madaniyah”, yaitu periode “pembinaan”.