Tagged: SUNNAH RASUL RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • revislam 10:58 pada 31 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: SUNNAH RASUL   

    SUNNAH RASUL Hlm. 2 

    Al Qur-an dan Sunnah Rasul bukanlah dua ajaran yang berbeda, melaksanakan atau mengikuti Sunnah Rasul berarti melaksanakan/mengikuti al Qur-an, dan tidak bisa disebut Sunnah Rasul bila tidak sesuai dengan al Qur-an, dan juga tidak benar melaksanakan petunjuk al Qur-an bila prakteknya tidak mengikuti Sunnah Rasul. Sangat tidak objektif (haram) apabila kita memisahkan antara al Qur-an dan Sunnah Rasul.

    “Hai orang2 beriman, taatilah Allah (Qur-an) dan taatilah Rasul (Sunnah Rasul)” (QS.an Nisa/4:59)

    “Nyatakan: Taatilah Allah dan taatilah Rasul, seandainya mereka menolak, maka AIA ini tidak akan masuk kedalam qalbu orang2 kafir” (QS.Ali imran/3:32)

    “Sesungguhnya orang2 yg bersikaf kafir terhadap Allah dan para RasulNya, yaitu mereka yang berupaya memisahkan AIA (Qur-an) dan Sunnah Rasulnya” (QS.an Nisa/4:150)

    “Aku tinggalkan dua pusaka untuk pedoman hidup kalian, apabila kalian berpegang teguh kepada keduanya, pasti kalian tidak akan tersesat se-lama2nya. Dua pusaka itu adalah Kitaballah (Qur-an) dan Sunnah Rasul” (al Hadits).

    *****

    nb:
    Sunnah Rasul adalah tehnik operasional dari al Qur-an sbg satu teori Ilmu, dimulai dari A s/d Z yang disebut dg skala prioritas. Skala prioritas yg diuswahkan oleh Nabi Muhammad saw. dibagi menjadi dua periode, yaitu:
    1. Periode “Makiyah”, yaitu periode “perintisan”.
    2. Periode “Madaniyah”, yaitu periode “pembinaan”.

     
  • revislam 10:57 pada 31 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: SUNNAH RASUL   

    SUNNAH RASUL Hlm. 1 

    A. Istilah dan pengertian.

    Istilah “sunnah” menurut bahasa (lugat) adalah; kebiasaan, tata cara atau tradisi, digabungkan dengan istilah “rasul” maka pengertiannya menjadi; kebiasaan rasul, tradisi rasul, tata cara rasul dan ataupun sikaf rasul. Sunnah Rasul adalah manifestasi Ajaran Ilmu Allah (AIA). Seluruh Rasul adalah juru bicara atau penerjemah wahyu Allah untuk disampaikan kepada umat manusia, agar supaya manusia bisa mengerti dan memahaminya, sehingga manusia bisa menata dan mengatur gerak hidupnya menurut petunjuk dan tuntunan wahyu itu.
    Para Rasul menterjemahkan wahyu yg diterimanya dengan sikaf hidup (akhlak) yg berupa;

    • “qaulun” = ucapan
    • “fi’lun” = perbuatan
    • “taqrirun” = diam

    sebagai relisasi dari wahyu itu, selanjutnya Sunnah Rasul merupakan contoh/pola praktis (uswah) bagi manusia.

    “Sesungguhnya dalam sikaf hidup para Rasul harus dijadikan suri tauladan” (QS.al Mumtahanah/60:6)

    “Sesungguhnya Sunnah Rasul harus dijadikan pola praktis buat kalian, bagi mereka yang berkeinginan untuk hidup menurut AIA dalam membangun kehidupan masa depan yang sepenuhnya sadar menurut AIA” (QS.al Ahzab/33:21)

    • Sebagai catatan, yg dimaksud Sunnah Rasul disini bukan “Hadits” (umum), Sunnah Rasul adalah sunnah para rasul, dari nabi Adam as. s/d nabi Muhammad saw.

    B. Bentuk ayat2 Sunnah Rasul didalam Qur’an.

    Gambaran atau keterangan Sunnah Rasul didalam al Qur-an dapat kita lihat dalam ayat2 “qashash” dan ayat2 “alamin” (mutasyabihat) :

    1. Ayat2 Qashash; ayat2 yg jelas dalam mengisahkan para Rasul dan orang2 beriman, meskipun seringkali diiringi ungkapan2, ibarat2 atau misal2.

    2. Ayat2 Alamin; Sunnah Rasul dalam bentuk perumpamaan, misal2, ibarat atau ungkapan2 “alam”.

    Dengan demikian, Sunnah Rasul itu tidak lain dan tidak bukan adalah al Qur-an itu sendiri, sebab Sunnah Rasul adalah wujud dari al Qur-an, dimana al Qur-an sebagai teori, sedangkan Sunnah Rasul prakteknya.

    ^ ^ ^

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.