Tagged: KONDISI JAHILIYAH RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • revislam 14:31 pada 30 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.12 

    A.Secara individual.
    Pada hakekatnya orang yang masuk kedalam

    kategori jahiliyah adalah orang yang

    menzhalimi dirinya sendiri, seperti yang

    dijelaskan Allah :
    “Dan sesungguhnya kalian berada didalam area

    orang2 yang menganiaya dirinya sendiri”

    (QS.Ibrahim/14:45)

    B.Secara sosial.
    “Maka perhatikanlah orang yang memasuki sebuah

    negeri yang seluruh bangunannya (tatanan

    sosial-budaya) hancur berantakan”

    (QS.al-Baqarah/2: 259)

    IV.JALAN KELUAR

    Satu2nya way out dari segala macam persoalan

    jahiliyah adalah “ILMU”. Firman Allah

    menegaskan :
    “Dan janganlah kalian laksanakan/ikuti apa2

    yang tidak ada bagi kalian landasan Ilmunya”

    (QS.al-Isra/17: 36)

    DENGAN ILMU, MARI KITA REVOLUSIKAN TATANAN

    BERPIKIR KITA DARI KESADARAN JAHILIYAH KEPADA

    KESADARAN ILMIYAH!

     
    • Sri endang r 02:25 pada 31 Maret 2011 Permalink | Balas

      betul sekali pak mohon di tambah tulisan nya, sangat membantu sekali.
      Terima kasih Wassallam WR WB.

  • revislam 14:29 pada 30 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.13
    ¤ SKEMATIKA ¤ “KONDISI JAHILIYAH” I…
    ¤ SKEMATIKA ¤

    “KONDISI JAHILIYAH”

    I.Istilah & pengertian Jahiliyah
    A.Menurut bahasa
    B.Menurut Hadits
    C.Menurut Al-Qur’an
    II.Ciri-ciri Jahiliyah
    A.Secara umum
    1.Kerusakan alam fisika
    2.Kerusakan tatanan sos-bud
    B.Secara khusus
    1.Tujuan hidup “kebendaan” (berhalaisme)
    2.Sistem ekonomi “Riba”
    3.Kepemimpinan “Fir’aunisme”
    4.Kepribadian “bangga thd. golongan”
    5.Model keyakinan “warisan nenek moyang”
    III.Kesimpulan
    A.Secara individual
    B.Secara sosial
    IV.Jalan keluar

     
  • revislam 11:33 pada 29 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.12 

    A.Secara individual. Pada hakekatnya orang yang masuk kedalam kategori jahiliyah adalah orang yang menzhalimi dirinya sendiri, seperti yang dijelaskan Allah : “Dan sesungguhnya kalian berada didalam area orang2 yang menganiaya dirinya sendiri” (QS.Ibrahim/14:45) B.Secara sosial.”Maka perhatikanlah orang yang memasuki sebuah negeri yang seluruh bangunannya (tatanan sosial-budaya) hancur berantakan” (QS.al-Baqarah/2: 259)

     
  • revislam 10:40 pada 29 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.11 

    “Dan apabila disampaikan kepada mereka: Ikutilah apa yang telah diajarkan oleh Allah! Mereka menjawab: Tidak, kami hanya mau mengikuti apa yang telah kami dapati dari bapak2/leluhur kami…
    Walaupun apa yang diajarkan leluhur mereka itu tidak bernilai ilmiyah dan tidak memberikan petunjuk/bimbingan” (QS.al-Baqarah/2:170)
    “Dan apabila disampaikan kepada mereka: Marilah menyusun hidup dan kehidupan menurut apa yang telah diajarkan Allah dan Rasul! Mereka menjawab: Cukuplah bagi kami apa yang telah kami warisi dari leluhur kami. Tanpa peduli meskipun warisan itu tidak ilmiyah dan tidak memberikan bimbingan” (QS.al-Maa’idah/5:104)

    “Dan apabila disampaikan kepada mereka: Ikutilah apa yang telah diajarkan Allah! Mereka menjawab: Tidak, kami hanya mau mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami. Walaupun yang mereka dapati itu adalah seruan setan yang menyeret mereka memasuki kehidupan neraka” (QS.Luqman/31: 21)
    “Katakan! Akan Kami beri tahukan kepadamu tentang orang2 yg paling merugi perbuatannya. Yaitu orang2 yg telah sia2 perbuatannya didunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (QS.al-Kahfi/18: 103-104)

     
  • revislam 10:39 pada 29 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.10 

    Setelah berakhirnya kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, maka hancurlah jama’ah yg dibangun oleh Rasulullah dengan para sahabatnya. Semenjak itulah perpecahan semakin meluas hingga sekarang. Itulah kenyataan yang kita hadapi sebagai Muslimin/Muslimat.Kembali kepermasalahan, bangga terhadap golongan merupakan watak jahiliyah yang seharusnya tidak dimiliki oleh umat Islam, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW berikut ini :
    “Bukanlah pengikut kami orang yang menyeru kepada golongan/kesukuan, berperang/berjuang untuk golongan/kesukuan & mati mempertahankan golongan/kesukuan” (HR.Abu Dawud & Muslim)
    “Maka sesungguhnya barangsiapa diantara kalian yang masih hidup sesudah aku tiada, maka pasti ia akan melihat/menyaksikan terjadinya perselisihan faham yg membawa kepada perpecahan yg banyak. Oleh karenanya polakanlah seluruh kegiatan hidupmu menurut sunnahku dan sunnah Khulafaa Rasyidiin yg benar2 bersikap menurut petunjuk Qur’an & Sunnah” (al-Hadits)
    Selanjutnya ayat2 Allah menjelaskan :
    “Masing2 golongan / kelompok menganggap merekalah yang paling hebat/benar” (QS.ar-Ruum/30:32)
    “Dan inilah jalanKu yg teguh, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti Subul (jalan menyimpang) yg pasti akan menceraiberaikan kalian dari Sabil (Dienul Islam)” (QS.al-An’aam/6:153)

    5.Model keyakinan warisan nenek moyang.
    Didalam al-Qur’an orang yang berkeyakinan seperti yang dijelaskan diatas diistilahkan dengan istilah Aa-baa-anaa, yaitu orang yang sangat fanatik terhadap apa yang telah diajarkan, diwariskan atau ditradisikan oleh para nenek moyang/leluhur, guru2, bapak2 mereka meskipun semua itu tidak memberikan manfaat.
    Orang yang berkeyakinan aabaa-anaa adalah orang yang merasa puas/cukup dengan apa mereka dapati dari leluhur mereka meskipun menyesatkan. Baginya kebenaran itu mutlak dari apa yg mereka terima dari leluhur, apa yang datangnya dari luar keyakinan mereka adalah salah. Sehingga lahirlah masyarakat tradisionil yang dogmatis.
    Selanjunya ayat2 dibawah ini akan menjelaskan hal2 tersebut :
    ^ ^ ^

     
  • revislam 10:38 pada 29 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.9 

    ….. baik faham Determinisme atau faham Indeteminisme yang sudah berkembang sejak abad ke 5 sebelum Masehi. Selanjutnya faham2 tersebut masuk kedalam dunia Islam setelah terjadinya pertentangan diantara sesama umat Islam yang menjurus kepada peperangan.Berdasarkan fakta sejarah, sewaktu Mu’awiyah bin Abi Sufyan menjadi penguasa yg ia peroleh dari tipu muslihat pada waktu perang Shiffin, yaitu peperangan antara 2 golongan sahabat Rasulullah SAW. yang memakan korban puluhanribu kaum Muslimin dari kedua belah pihak. Disatu pihak adalah Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah ke 4 yg sah dari hasil pemilihan sesudah Utsman bin Affan wafat. Sedangkan dipihak lain adalah Mu’awiyah bin Abi Sufyan bekas gubernur di Syam (Syiriyah) yg mengangkat dirinya sendiri menjadi khalifah untuk menggantikan Utsman. Selanjutnya terjadilah pertikaian/peperangan hebat diantara dua khalifah. Pihak Mu’awiyah terdesak oleh pihak Ali, dan ketika itu lebih dari 90.000 umat Islam dari kedua belah pihak terbunuh. Dalam keadaan terdesak pihak Mu’awiyah mengusulkan perdamaian kepada pihak Ali, dengan mengibarkan mushhaful-Qur’an diujung tombak, yang kemudian diterima oleh Ali. Dalam perdamaian inilah pihak Mu’awiyah berlaku curang dan licik, dimana pada akhir perdamaian yg curang & licik itu, pihak Mu’awiyah meraih kemenangan secara diplomasi, ya’ni diplomasi penghasutan dan penipuan.
    Dengan kemenangan pihak Mu’awiyah dengan cara licik itu, juga kekecewaan dipihak Ali yang ditipu, maka timbulah golongan2/ firqah2 antara lain:
    1. Khawarij; pengikut2 Ali yang keluar dari kepemimpinan beliau karena tidak setuju dengan perdamaian tsb.
    2. Syi’ah; pengikut2 Ali yang tetap setia kepada beliau.
    3. Jumhur; pengikut2 Mu’awiyah yang menamakan dirinya Ahli sunah wal jama’ah.
    4. Murji’ah; golongan netral yg tidak berpihak kemana-mana.
    5.Dan lain-lain.
    Benarlah apa yang diperkirakan oleh Rasulullah SAW. bahwa sepeninggal beliau umatnya akan berpecah-belah/ bermusuh-musuhan seperti yg telah kita bahas dimuka.
    ^ ^ ^

     
  • revislam 10:37 pada 29 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.8 

    “Sesungguhnya (orang2 semodel) Fir’aun bertindak sewenang-wenang dipermukaan bumi ini yaitu dengan cara memecah-belah umat/masyarakat dan menindas sebahagian dari mereka ya’ni membunuh anak laki2 mereka (para oposisi) dan membiarkan hidup anak perempuan mereka (para koalisi)…
    Sesungguhnya dia itu adalah pelaku pengrusakkan kehidupan” (QS.al-Qashash/28:4)
    “Fir’aun dan antek2nya berlaku angkuh dipermukaan bumi ini & tanpa landasan yang objektif menganggap bahwa bukan merekalah yg bertanggung jawab untuk melaksanakan kehidupan menurut ketentuan Kami (Allah)”
    (QS.al-Qashash/28:39)
    “Maka (Fir’aun) berkata: Akulah sebagai penentu/penguasa tertinggi terhadap kehidupan kalian” (QS.an-Nazi’aat/79:24)
    “Dan Fir’aun berkata: Hai para kaki-tanganku, aku tidak mau ada sumber lain bagi kalian, selain dari apa yg telah aku gariskan sebagai kebijaksanaanku” (QS.al-Qashash/28:38)

    Pertanyaan buat diri kita, apakah watak kepemimpinan semodel itu ada dalam diri kita? Jika iya, persiapkan diri kita untuk menerima azab seperti yg dijelaskan Allah dalam firman2Nya :
    “Maka Kami (Allah) hukum Fir’aun dan antek2nya kedalam samudra kehidupan (dan tenggelam didalamnya). Semua diakibatkan perbuatan biadab mereka” (QS.al-Qashash/28:40)
    “Maka (atas dasar ketentuan) Allah mengazabnya (orang2 se model Fir’aun) dikemudian hari dan sekarang” (QS.an-Nazi’aat/79:25)

    4.Kepribadian bangga terhadap golongan.
    Sikap mengagung-agungkan kelompok/golongan merupakan realita yang ada sekarang ini. Bentuk2nya yaitu; nasionalis, rasis, etnis, agama dll.
    Didalam kehidupan umat Islam timbulnya golongan2/madzhab2/firqah2 atau sekte2 diakibatkan umat Islam sudah tidak lagi berpedoman kepada Qur’an & Sunnah secara murni. Pemahaman kita (umat Islam) sudah terlalu banyak dipengaruhi/dirasuki pemikiran2 manusia (falsafah) yang subjektif.
    Munculnya golongan2 didalam umat Islam sekitar pada abad ke 1, 2 dan 3 Hijriyah, dimana cara berpikir umat Islam (Ulama2) pada saat itu sudah banyak dipengaruhi falsafah2 Yunani,…….
    ^ ^ ^

     
  • revislam 10:36 pada 29 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.7 

    Sedangkan sistem ekonomi komunis adalah sama dengan sistem ekonomi liberal, hanya pelaksananya adalah negara yang mengolah/menguasai alam & tenaga manusia. Ada juga sistem ekonomi liberal gaya Arab yaitu jika musim haji harga-harga kebutuhan haji melambung tinggi.Marilah kita perhatikan firman2 Allah dibawah ini:
    “Kehidupan laknat/celaka bagi para Muthaffifiin (pelaku ekonomi riba). Yaitu orang2 yg mencari keuntungan pribadi/kelompok dengan cara merugikan/ menghancurkan orang lain” (QS.al-Muthaffifin /83:1-3)
    “Orang2 yang hidup dengan prinsif riba, tidaklah mereka berdiri /hidup kecuali dikuasai oleh setan (watak hidup yang egois dan individualis)” (QS.al-Baqarah/2:275)
    “Hai orang2 yang beriman, janganlah kalian hidup menurut sistem riba, yang pasti akan menimbulkan kehidupan yang saling melemahkan” (QS.Ali Imran/3:130)

    3.Tradisi kepemimpinan Fir’aunisme.
    Istilah pemimpin disini bukan hanya sekedar pemimpin formal, sebab setiap individu2 juga merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri. Dengan dihubungkan kepada istilah Fir’aunisme, maka pengertiannya adalah watak kepemimpinan orang yg otoriter, salah benar ditentukan oleh dirinya-sendiri, dia merasa dirinya yang paling benar, memutar balikkan fakta yang sebenarnya dlsb.
    Bentuk kepemimpinan Fir’aunisme melahirkan tumbuh suburnya kehidupan yang penuh kamuflase yaitu menutupi keburukan diri dengan semboyan2 yang muluk & indah. Selanjutnya kehidupan yg model demikian, mewujudkan berbagai macam penindasan, pemerasan, pemerkosaan individu/kelompok terhadap individu/ kelompok yang lain.
    Bila watak yg model demikian itu dimiliki oleh pemimpin formal yaitu mereka yg memiliki kekuasaan/kedudukan maka, melahirkan biang kerok kelas kakap, penghasut nomor wahid, membabat habis semua orang yang berani menentang kebijakkannya dan menumbuhkan para penjilat. Dia itu sedikitpun tidak berprikemanusiaan, tidak sudi memberikan pertolongan dan bimbingan terhadap si miskin dan yatim.
    Camkan beberapa ayat dibawah ini :
    ^ ^ ^

     
  • revislam 10:40 pada 28 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.3 

    “Dan apabila ia berpaling (dari ajaran Allah), maka ia berjalan dimuka bumi ini untuk berbuat kerusakan, merusak flora dan fauna.Dan Allah tidak menyukai kerusakan”
    (QS.al-Baqarah/2:205)

    2.Kerusakan tatanan sosial-budaya :
    Disamping kerusakan keseimbangan alam fisika, ciri2 jahiliyah juga ditandai dengan tatanan sosial-budaya yang berantakan. Perpecahan, besmusuh-musuhan merupakan tradisi.
    Itulah kehidupan antagonis yg akan menggiring kita kebibir jurang neraka kehidupan. Dalam hal ini mari kita simak sebuah Hadits yg berbunyi:
    “Akan terpecah umatku menjadi 73 golongan, seluruhnya akan berada didalam neraka kehidupan dan hanya satu diantara mereka yg terbebas”
    (HR.Huzaifah,Thabrani dan Ahmad)
    Hadits tersebut diatas adalah sinyalemen Rasulullah yg diucapkan pada waktu beliau masih memimpin umatnya secara langsung, dimana umat Islam masih berada dalam satu kesatuan Jama’ah yg utuh. Sabdanya disampaikan pada waktu itu adalah sebagai peringatan bagi umat Islam di masa mendatang setelah beliau tiada, dimana segala kemungkinan yang beliau ucapkan itu sudah tergambar dihadapannya, sebagaimana perselisihan dan perpecahan umat2 sebelumnya. Sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala dari Nabi2 sebelumnya, apabila seorang Nabi/Rasul meninggal maka umat2nya akan berantakan akibat dari adanya penyelewengan dari ajaran yang murni yg dilakukan oleh orang2 tertentu yang ingin memperoleh keuntungan duniawi.
    Didalam al-Qur’an banyak keterangan yg mengisahkan umat2 terdahulu, diantaranya yg paling menonjol adalah kisah Bani Isra’il, baik umat Nabi Musa AS. ataupun umat Nabi Isa AS. yang oleh al-Qur’an disebut Yahudi & Nasrani atau Ahlulkitab yg menjadi bukti adanya penyelewengan2 dari ajaran yang dibawa oleh Musa & Isa yaitu Taurat & Injil. Begitu juga situasi dan kondisi dijazirah Arab prakerasulan Muhammad SAW. Masyarakat Arab pada waktu itu sudah banyak yang menyeleweng dari millah Ibrahim AS. Secara garis besar kondisi itu dijelaskan didalam QS.Ali Imran/3:103 yaitu;
    ^ ^ ^

     
  • revislam 10:26 pada 28 March 2011 Permalink | Balas
    Tags: KONDISI JAHILIYAH   

    ¤KONDISI JAHILIYAH¤ hlm.2 

    I.ISTILAH & PENGERTI AN JAHILIYAH A.Menurut bahasa : Kata “jaahiliyyah” berasal dari kata kerja ; jahila, yajhalu, jahlan = “dhiddu’alima”, yang berarti : bodoh, kebodohan, tidak berilmu. Kata jaahiliyyah adalah lawan kata dari “ilmu”…B.Menurut Hadist:
    “Sesungguhnya syarat/tanda hancurnya kehidupan/peradaban manusia adalah apabila hilangnya kesadaran ilmu dan timbulnya kesadaran jahiliyah dimana mabuk2an, judi dan zinah menjadi model kehidupan”
    (HR.Bukhari)
    C.Menurut al-Qur’an :
    “Mereka memahami (ajaran) Allah tanpa landasan yang haq/objektif, adalah pemahaman jahiliyah”
    (QS.Ali Imran/3:154)

    II.CIRI2 JAHILIYAH

    Satu hal yang perlu digaris bawahi, bahwa pembahasan kondisi jahiliyah ini diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada kita dan juga sebagai cerminan, apakah prilalaku kita sudah terbebas dari prilaku jahiliyah? Disinilah perlunya mengetahui ciri2nya.

    A.Secara umum
    1.Kerusakan alam fisika :
    “Telah nyata kerusakan didaratan dan dilautan, akibat tangan2 (kotor) manusia”
    (QS.ar-Ruum/30:41)
    Kemampuan manusia menggarap dan mengolah alam fisika dari masa kemasa terus berkembang dengan pesatnya, seiring dengan kebutuhan dan permasalahan manusia itu sendiri. Seiring dengan kemajuan jaman, kemajuan tehnologi dan kemajuan peradaban, semakin nyata pula dampak negatif yang ditimbulkan.
    Sekarang ini mungkin kita tidak asing lagi dengan istilah “global warming” atau pemanasan global, yg diakibatkan oleh terjadinya kerusakan pada lapisan ozon sebagai pelindung bumi ini. Semua itu terjadi diakibatkan pengolahan dan penggarapan sumber daya alam yang tidak memperhatikan keseimbangan dari alam itu sendiri. Selanjutnya bencana alam akan melanda umat manusia didunia ini.
    Apa yg dikemukakan diatas itu adalah suatu fakta, apabila kemajuan tehnologi tanpa diimbangi bimbingan sosial-budaya yang objektif, maka manusia akan berbuat semaunya atau semena -mena, hal ini sesuai dengan penjelasan Allah yg berbunyi :
    ^ ^ ^

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.