Ada seorang kawan yg mengirim sms kepada kami, isinya berupa pertanyaan dan juga saran agar kami menulis/membahas mengenai “Ahlus Sunnah wal Jama’ah”.
Ya, memang istilah tersebut dikalangan umat Islam sangat populer dan sangat besar pengaruhnya. Sehinga secara umum dari berbagai golongan/firqah umat Islam mengklaim bahwa dirinya atau kelompoknyalah yg bisa disebut sbg Ahlus Sunnah wal Jama’ah tsb.
Hal tersebut memang berdasarkan atas keterangan dari beberapa buah Hadits Rasulullah saw., dan salah satu diantaranya adalah yg berbunyi :
“Akan terpecah umatku menjadi 73 golongan, seluruhnya akan berada didalam neraka kehidupan dan hanya satu diantara mereka yg terbebas. Salah seorang Shahabat bertanya : Siapakah yg terbebas itu ya Rasulullah? Beliau menawab : Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Shahabat bertanya lagi : Siapakah Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu? Rasul menjawab : Yaitu orang2 yg berpandangan dan bersikap hidup seperti aku bersama Shahabatku disa’at hidupku sekarang ini”
(HR.Huzaifah,Thabrani dan Ahmad)
Untuk mendapat suatu kepastian/ keyakinan bulat terhadap objektivitas istilah tsb diatas, diperlukan adanya suatu analisa masalah (tadabbur). Allah swt. berfirman :
“Mengapa mereka tidak menganalisa (mentadabburi) al-Qur’an? Ataukah mereka menutup qalbunya” (QS.Muhammad/47:24)
Berdasarkan semua itu, maka pada kesempatan kali ini kami hadirkan catatan dg judul apa yg tersebut diatas.
I. ISTILAH & PENGERTIAN
A. Ahli :
Istilah/kata “ahli” mempunyai beberapa makna & pengertian diantaranya :
1. orang yg mahir, paham sekali dalam suatu ilmu (kepandaian), mahir benar = “profesional”.
2. anggota, orang yg termasuk dalam suatu golongan, keluarga atau juga kaum.
B. Sunnah :
Istilah “sunnah” adalah Sunnah Rasul. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat kembali catatan kami yg berjudul “Sunnah Rasul”.
C. Jama’ah :
Istilah “jama’ah” secara jelas difirmankan Allah dalam ayat berikut ini :
^ ^ ^