~ Uraian ringkas tentang ILMU TAUHID, ILMU FIQIH, ILMU TASHAWUF dan SOROTAN beberapa ULAMA ~ hal. 7
…..aliran berfikir sendiri-sendiri.
Perbedaan dalam penetapan hukum diantara 4 madzhab tentang suatu masalah yang sama-sama dianggap sebagai syari’at agama, bahkan perbedaan didalam madzhab itu sendiri adalah tetap dianggap tidak keluar dari madzhab yang bersangkutan dan semuanya dianggap sebagai ajaran Islam.
4. Didalam Fiqihisme kita mengenal pula adanya teori pembelahan (sekularisme) kehidupan kedalam dua kubu :
a. Apa yang diistilahkan sebagai urusan agama (diniyyah).
b. Apa yang diistilahkan sebagai urusan duniawi (‘adiyyah).
Dari dua kubu besar ini diproyeksikan menjadi 4 pengkotakan (‘ubudiyah, mu’amalah, munakahah dan jinayah) ditambah babul jihad, yang keempat kotakan plus babul jihad itu pada hakekatnya terbagi dua, yaitu kotakan ‘ubudiyah sebagai urusan agama (diniyah) yakni rukun Islam dengan prioritas utamanya Shalat (sembahyang rituil shalat), selanjutnya diistilahkan pula dengan ‘ibadah “Mahdlah” (mutlak). Sedangkan selain kotakan urusan ‘ibadah/’ubudiyah ini seluruhnya dimasukkan menjadi kubu urusan duniawi (darigama) dan selanjutnya diistilahkan pula dengan urusan ‘ibadah “Ghaer mahdlah” (tidak mutlak) kemudian dipasang dalil “antum a’lamu bi umuuri dun yaakum”.
Dalam hal ini, dalil tadi sudah umum digunakan para ‘Ulama Indonesia dan sudah berurat-berakar dalam daya berpikir ummat Islam.
Jika kita kembalikan pada sejarahnya, maka Nabi Muhammad saw. disaat mengatakan demikian adalah disekitar masalah cara penanaman “kurma”, sehingga secara umum ruang lingkup daripada yang diistilahkan dengan urusan duniawi adalah urusan manusia dalam hubungannya dengan pengolahan alam sekitarnya seperti halnya dengan masalah penggarapan pertanian atau perkebunan dan lain-lain, atau untuk meningkatkan produksi, pemeliharaan ternak, tehnik pembuatan gedung, jembatan, senjata, alat komunikasi/transportasi, obat-obatan dan masalah tehnologi lainnya, Nabi menegaskan “tidak perlu/jangan tanya al Qur-an, sebab tokh kalian sudah mempunyai pendorongnya yaitu perut dan sex” sebagai realisasi dari …..